
Pontianak, Mood Kalbar – Ketidakadilan dalam penilaian Final Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI 2026 tingkat Provinsi Kalimantan Barat terus memantik reaksi keras. Setelah publik menyoroti sikap pasrah sang MC, kini giliran tokoh nomor satu di Kalimantan Barat periode 2018-2023, Sutarmidji, yang angkat bicara.
Bang Midji_sapaan akrabnya_secara terang-terangan menyesali insiden yang mencoreng marwah kompetisi akademik tersebut yang diselenggarakan pada Sabtu (9/05/2026).
Kronologi Singkat: Jawaban Sama, Nasib Berbeda
Kegaduhan ini bermula saat Regu C (SMAN 1 Pontianak) menjawab pertanyaan rebutan tentang lembaga yang memberikan pertimbangan kepada DPR dalam memilih anggota BPK. Dengan lantang, siswa SMAN 1 Pontianak menjawab: “…dengan memperhatikan pertimbangan DPD.”
Namun, dewan juri secara mengejutkan menyalahkan jawaban tersebut dan memberikan nilai minus 5. Ironisnya, saat Regu B (SMAN 1 Sambas) memberikan jawaban yang identik beberapa saat kemudian, juri justru membenarkannya dan memberi poin penuh.
Tensi semakin memanas ketika MC acara, Shindy Lutfiana, justru meminta peserta untuk “memaklumi” keputusan juri ketimbang memfasilitasi klarifikasi yang adil. Sikap pasrah MC dan ketidakkonsistenan juri inilah yang akhirnya memicu amarah netizen hingga sampai ke telinga Sutarmidji.
Bang Midji: Juri Tidak Berintegritas dan Banyak Alasan
Bang Midji sesali insiden penilaian dalam Final Lomba Cerdas Cermat tersebut. Dalam unggahan akun instagramnya, Ia memberikan apresiasi atas sikap peserta LCC dari SMA N 1 Pontianak. Namun, ia juga menyayangkan adanya polemik dalam penilaian lomba. Menurutnya, artikulasi yang dipaparkan oleh juri dalam lomba tersebut hanyalah alasan belaka. Selebihnya, tidak berintegritas dan kompeten dalam bidangnya.
”Saya Apresiasi yg setingginya kepada tim SMAN 1 Pontianak atas keberaniannya dalam mengoreksi tim juri yg tidak berintegritas. Kelihatan juri memang tidak kompeten, apalagi buat alasan artikulasi segala.” ujarnya.
Ia menilai perbedaan penilaian dan permintaan artikulasi yang jelas, menunjukkan ketidakkompetenan juri dan kelalaian yang amat fatal.
