
Mood Kalbar – Himpunan Mahasiswa Kecamatan Sejangkung (HMKS) melayangkan protes keras dan menagih janji Bupati Sambas, Satono, terkait perbaikan infrastruktur jalan yang terbengkalai. 27/06/2026.
Mahasiswa menilai visi Pemerintah Kabupaten Sambas, yakni “Sambas Berkah Berkemajuan”, sejauh ini masih menjadi slogan semata dan belum menyentuh kebutuhan riil masyarakat di daerah pelosok.
Sorotan tajam ini tertuju pada kerusakan parah akses jalan yang menghubungkan Desa Ratu Sepudak menuju Desa Sendoyan, khususnya di Dusun Batulayar, Kecamatan Sejangkung yang baru-baru ini diperbaiki secara gotong royong oleh warga setempat.
Warga juga menyayangkan sikap pemerintah yang kurang peka. Padahal, tepat di depan mata mereka, terdapat bukit yang materialnya sangat bisa dimanfaatkan untuk pengurukan dan perbaikan jalan secara swadaya, namun potensi tersebut seolah dibiarkan begitu saja.
Salah seorang warga, Junaidi, di sela-sela memperbaiki jalan tersebut mengatakan bahwa, jalan ini bukan sekadar jalan desa biasa, melainkan urat nadi utama yang menghubungkan antar-kecamatan sekaligus jalur penggerak ekonomi warga.
”Kalau akses jalannya hancur begini, bagaimana ekonomi masyarakat desa mau berlari? Kami turun tangan memperbaiki semampu kami karena tidak bisa lagi hanya diam. Namun, tenaga kami terbatas dan ini bukan solusi permanen,” ujar perwakilan warga setempat.
Kemarahan mahasiswa dan warga bukan tanpa alasan. Hebin, Kabid Infokom HMKS, mengungkapkan bahwa Bupati Sambas secara langsung pernah menjanjikan perbaikan jalan ini. Janji tersebut tidak hanya terucap saat masa kampanye, tetapi juga ditegaskan kembali dalam sebuah sesi diskusi formal.
”Pada tahun lalu, kami dari HMKS hadir langsung pada sesi diskusi di rumah pribadi Bupati Satono. Beliau menjanjikan akan mulai membangun jalan tersebut di tahun 2026. Namun sampai sekarang, tidak ada tindakan sama sekali,” tegas Hebin
HMKS menilai setiap janji yang disampaikan oleh seorang kepala daerah adalah bentuk tanggung jawab moral dan konstitusional yang wajib dipenuhi, bukan sekadar komoditas politik untuk meraih simpati.
Melalui aksi pengawalan tetsebut, HMKS menyatakan akan terus menyuarakan aspirasi masyarakat secara kritis dan konstruktif. Mereka mendesak Pemkab Sambas untuk segera membuka mata dan mengalokasikan anggaran perubahan atau percepatan demi perbaikan Jalan Ratu Sepudak–Sendoyan.
Mahasiswa juga berharap Bupati Sambas segera memberikan kepastian dan membuktikan komitmennya melalui tindakan nyata di lapangan. Langkah konkret ini sangat penting demi memulihkan kepercayaan masyarakat yang mulai luntur akibat janji-janji yang tak kunjung terealisasi.
”Jika pemerintah daerah terus menutup mata, warga khawatir urat nadi perekonomian di Kecamatan Sejangkung akan benar-benar terputus total.” tegas Hebin
Hingga berita ini ditulis, warga sambas, terutama Komite Mahasiswa Kabupaten Sambas masih menanti tindak lanjut dari Bupati Sambas atas janjinya pada saat kampanye.







